Curious about what your customers are doing during the pandemic? Get a free market research report here
Seperti Ini Pemanfaatan Workforce Analytics yang Tepat
Aprilia Kasanah

Seperti Ini Pemanfaatan Workforce Analytics yang Tepat

Aprilia Kasanah
Seperti Ini Pemanfaatan Workforce Analytics yang Tepat

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
Likes

Get newsletter
from Sampingan!

Pengelolaan tenaga kerja yang baik menjadi kunci sukses sebuah perusahaan. Atas dasar itu, penggunaan workforce analytics kini semakin marak. Banyak pihak yang memanfaatkannya dengan tujuan agar mendapatkan wawasan mendalam mengenai sumber daya manusia.

Niat yang ingin diraih memang tepat. Namun, mempraktikkannya yang tidak mudah. Human Resource (HR) di perusahaan justru bisa kesulitan menggunakan data workforce analytics yang dimiliki. 

Bisa jadi data yang dimiliki cukup banyak, sehingga kesulitan memilah mana yang dibutuhkan. Namun, terbuka kemungkinan bahwa HR justru kebingungan dalam pemanfaatannya.

Agar tidak seperti itu, pahami cara pemanfaatan workforce analytics yang tepat berikut ini:

Optimalkan Untuk Workforce Planning

Untuk memanfaatkan workforce analytics, HR sebenarnya bisa fokus ke workforce planning. Data-data yang didapat akan sangat mendukung ke perencanaan tenaga kerja.

Sebelumnya workforce planning hanya dijalankan dengan perkiraan tanpa ada basis data yang kuat. Sekarang hal tersebut sudah berubah. Berkat workforce analytics, terdapat data yang bisa dijadikan pegangan dalam pembuatan perencanaan.

Hal ini akan menjadi jaminan pengambilan keputusan yang lebih baik. Workforce analytics mampu memberikan data yang akurat. Dengan demikian, akurasi keputusan untuk perencanaan lebih terjamin.

Berkat itu, HR mampu melakukan berbagai perencanaan tenaga kerja dengan lebih baik. Perekrutan akan lebih tepat sasaran dengan mendapat kandidat terbaik. Begitu pula suksesi maupun perencanaan karier karyawan. Semua bisa dijalankan lebih mudah.

Cara Penggunaan

Workforce analytics diyakini akan efektif untuk mendukung workforce planning. Agar pemanfaatannya tepat sasaran, terdapat tiga cara yang bisa diambil. Berikut ini penjelasannya.

1. Predictive Analytics

Predictive analytics bisa diterapkan untuk mengoptimalkan data dari workforce analytic. Data-data lama dikumpulkan untuk membuat basis data historis. Hasilnya bisa dijadikan bahan untuk pemodelan dalam memprediksi kondisi ke depan.

Tim HR bisa memanfaatkan aneka data historikal tersebut untuk memperkirakan berbagai hal seperti employee turnover, perubahan di pasar tenaga kerja, ataupun skill yang dibutuhkan ke depan. 

Untuk melakukannya, Tim HR bisa menjalankan serangkaian proses untuk pemanfaatan data seperti regression analysis, multivariate statistics, serta pattern matching enable. Hal ini akan memberikan pandangan yang akurat mengenai kondisi yang akan terjadi di tenaga kerja pada masa mendatang.

Baca juga : Dampak Besar Real Time Report Bagi Bisnis

2. Diagnostic Analytics

Data-data dari workforce analytics juga bisa digunakan untuk menjalankan diagnostic analytics. Hal ini merupakan faktor vital dalam workforce planning karena mampu memberikan gambaran jelas mengenai sejumlah indikator dan tren yang berkaitan dengan tenaga kerja.

Diagnostic analytics bermanfaat dalam memberi pemahaman kontekstual mengenai sebuah hal pada lampau. Caranya dengan mengevaluasi ukuran-ukuran kinerja yang ditetapkan. Berkat kemampuan tersebut, fakta di balik keberhasilan atau kegagalan sebuah hall dapat terungkap.

Perusahaan yang dibekali dengan kemampuan diagnostic analytics yang baik akan mampu membuat perencanaan kerja yang lebih optimal. Langkah yang diambil akan sejalan dengan tujuan yang ingin diraih perusahaan secara umum.

3. Prescriptive Analytics

Prescriptive analytics dapat menjadi cara pemanfaatan data workforce analytic yang bisa dipilih. Pelaksanaannya mirip dengan predictive analytics. Data-data lama ditarik untuk diambil sebagai basis data historis. Namun, dalam prescriptive analytics, data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan ke depan.

Hal ini akan membuat Tim HR bisa menciptakan rencana kerja yang lebih akurat. Mereka bisa menentukannya sejak dini berdasar data yang sudah dimiliki.

Perusahaan yang mampu menjalankan prescriptive analytics dalam perencanaan tenaga kerja akan lebih mudah menyikapi kondisi ke depan. Hal yang mungkin terjadi pada masa mendatang sudah bisa diprediksi, sehingga antisipasi telah bisa dilakukan sejak dini.

Data yang didapat dari penerapan workforce analytics sangat berharga. Perusahaan tinggal menentukan cara penggunaan yang diinginkan demi memperkuat workforce planning yang dibuat.

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
0 Likes

Related Topics:

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Grow your business rapidly anywhere,
anytime nationwide.

Tempo Scan Tower 32nd Floor, Jakarta 12950

+62 21 2550 2555