Curious about what your customers are doing during the pandemic? Get a free market research report here
Main header
Maria Britta

Sambutlah Era On Demand Worker

Maria Britta
Main header

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
Likes

Get newsletter
from Sampingan!

Pasar tenaga kerja selalu dinamis. Belakangan on demand worker semakin mendapatkan tempat. Perusahaan perlu mencermati perkembangan ini untuk mendapatkan manfaatnya.

Belakangan generasi muda seperti milenial dan Gen Z semakin menguasai pasar tenaga kerja. Mereka menawarkan aneka kemampuan tinggi terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi.

Sebagai generasi kerja baru, milenial dan Gen Z diketahui memiliki perhatian lebih terhadap keseimbangan antara kerja dan kehidupan sosial. Mereka ingin bisa menikmati hidup sembari bekerja. Tidak heran, banyak di antaranya yang kurang menikmati sistem kerja konvensional sebagai karyawan tetap.

Pergeseran ini ditangkap dengan baik oleh penyedia layanan tenaga kerja. Sebagai contoh saat ini sudah bermunculan marketplace tenaga kerja lepas maupun gig worker. Dengan mudah, on demand worker bisa didapatkan di sana hanya dengan mengakses internet.

Banyak pihak yang mulai memanfaatkannya. Individu dan perusahaan sering menggunakan tenaga on demand worker. Bukan hanya perusahaan kecil, perusahaan kelas internasional pun mau melakukannya. Bahkan, menurut Harvard Business Review, hampir semua perusahaan Fortune 500 sudah menggunakan on demand worker.

Seperti Apa Itu On Demand Worker?

Sesuai namanya, on demand worker mengacu kepada tenaga kerja yang dipekerjakan sesuai kebutuhan. Biasanya mereka dikontrak untuk mengerjakan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Begitu kontrak atau pekerjaannya selesai, ikatan kerja pun terhenti.

Perusahaan sering memanfaatkannya ketika ada kebutuhan mendesak. Katakanlah ada proyek yang memerlukan keahlian khusus. Mereka bisa merekrut on demand worker yang memiliki keahlian untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. 

Pekerja itu dapat dikontrak dalam jangka waktu tertentu. Namun, sistem kerja on demand worker tidak terbatas seperti itu. Banyak jenis dan sistem pekerjaan lain yang bisa disesuaikan kebutuhan. 

Fleksibilitas ini tidak lepas dari tipe on demand worker yang juga beragam.  Selama ini ada on demand worker yang berstatus sebagai individu pekerja lepas. Mereka tidak bernaung di bawah kendali pihak lain. 

Namun, tidak sedikit juga yang berhimpun di satu institusi. Jadi, ketika perusahaan hendak memanfaatkan tenaganya, akan ada pihak ketiga yang akan menjadi perantara.

Terus Berkembang

Perkembangan on demand worker ke depan diprediksi akan semakin pesat. Bahkan, bisa dibilang, eranya sudah hadir. 

Kemajuan teknologi yang menjadi alasannya. Saat ini teknologi membuat akses pekerja ke pihak yang mempekerjakan semakin mudah. Hal serupa terjadi sebaliknya. Akibatnya hubungan kerja gampang tercipta.

Selain itu, fleksibilitas yang ada di on demand worker sangat disukai generasi muda. Ini akan membuat minat untuk bekerja dalam rutinitas yang sama akan semakin menurun.

Forbes telah memprediksi hal tersebut. Mereka memproyeksi pada 2030 nanti, generasi milenial telah jenuh dengan jam kerja kantoran dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Bisa jadi saat itu mereka lebih suka menjadi on demand worker.

Langkah yang Perlu Diambil Perusahaan

Keberadaan on demand worker bisa mendukung kemajuan perusahaan. Jika jeli memanfaatkannya, perusahaan akan mendapatkan berbagai kemudahan.

Dari segi biaya misalnya. Karena hanya dipekerjakan sesuai kebutuhan, maka biaya yang dikeluarkan akan efektif. On demand worker tidak akan membuat headcount membengkak.

Selain itu, perusahaan akan terus mampu mendapatkan talenta berkualitas. Memanfaatkan on demand worker yang terpercaya dan berkinerja baik dapat dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan. Perusahaan tidak akan kekurangan talenta yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. 

Bukan hanya itu, saat ini perusahaan dituntut untuk semakin efisien. Namun, pada saat yang bersamaan, penguasaan kemampuan baru terus dibutuhkan. 

Perusahaan bisa kesulitan mengejar kebutuhan tersebut. Keberadaan on demand worker yang memiliki skill dapat dimanfaatkan sebagai solusi. 

Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan mendapatkan keahlian sesuai kebutuhan. Sebaliknya on demand worker bisa mendapatkan pekerjaan yang diidamkan.

Jadi, jangan sepelekan trend on demand worker. Keberadaannya akan menjadi keniscayaan pada masa mendatang.

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
0 Likes

Related Topics:

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Grow your business rapidly anywhere,
anytime nationwide.

Tempo Scan Tower 32nd Floor, Jakarta 12950

+62 21 2550 2555