Curious about what your customers are doing during the pandemic? Get a free market research report here
Pilihan Teknik Untuk Membuat Tenaga Kerja Produktif
Aprilia Kasanah

Pilihan Teknik Untuk Membuat Tenaga Kerja Produktif

Aprilia Kasanah
Pilihan Teknik Untuk Membuat Tenaga Kerja Produktif

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
Likes

Get newsletter
from Sampingan!

Kemajuan perusahaan hanya mungkin dicapai dengan dukungan tenaga kerja yang berperforma optimal. Maka, pastikan untuk mampu menghadirkannya. Gunakan aneka teknik yang bisa membuat tenaga kerja produktif.

Produktivitas tenaga kerja yang tinggi sering menjadi tantangan di banyak perusahaan. Bukan perkara mudah untuk membuat sistem yang sanggup memastikan pekerja selalu produktif. Kinerja pekerja dipengaruhi berbagai faktor sehingga pencapaian yang baik sulit dicapai.

Akan tetapi, hanya diam membiarkan masalah tersebut terus terjadi juga salah. Masih banyak cara yang bisa digunakan untuk membuat tenaga kerja produktif. Inilah beberapa teknik yang bisa dipakai untuk mendorong performa optimal pekerja. 

Mematok Target dan Ekspektasi Dengan Jelas

Untuk memacu tenaga kerja supaya produktif, pemberian target dan ekspektasi kerja bisa dijalankan. Sejak awal paparkan semuanya dengan jelas kepada pekerja.

Jelaskan apa saja target yang harus diraih. Lalu, berikan pula tenggat waktu yang jelas. Hal ini akan membuat pekerjaan yang dijalankan akan lebih gamblang bagi pekerja maupun perusahaan.

Namun, patok target yang realistis dan menantang. Jika targetnya terlalu berlebihan, tenaga kerja akan patah semangat. Sebaliknya kalau tujuan yang ingin digapai terlihat masuk akal untuk diraih, pekerja bisa termotivasi.

Komunikasi tentang detail pekerjaan secara jelas sejak awal akan memudahkan pelaksanaan kerja. Pekerja akan terpacu untuk meraih target yang dibebankan sehingga kinerjanya positif.

Biarkan Tenaga Kerja Mengatur Waktu Sendiri

Salah satu hal yang ingin dilakukan oleh kebanyakan manajer ialah melakukan pengawasan menyeluruh terhadap tenaga kerja. Hal ini sah saja. Namun jika berlebihan hingga menjalankan micromanagement dengan mengawasi waktu kerja, maka justru akan kontraproduktif.

Lebih baik untuk memberikan kepercayaan kepada tenaga kerja untuk mengatur waktunya sendiri. Biarkan mereka menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan ritme kerjanya yang dipilih. 

Hal ini terkadang justru malah berakhir positif. Tenaga kerja akan produktif karena bisa menjalankan manajemen waktu sendiri. 

Lagi pula, ada tenggat waktu yang sudah dipatok sejak awal. Asalkan semuanya masih sesuai, maka tidak ada alasan untuk mengatur pemakaian waktu pekerja.

Berikan Insentif Berdasar Pencapaian Kerja

Cobalah untuk memotivasi tenaga kerja agar produktif dengan insentif. Besar kemungkinan ini akan menjadi pemacu motivasi kerja supaya terus memberikan hasil kerja yang baik.

Insentif khusus bisa dirancang berdasarkan pencapaian kerja. Perusahaan dapat menghadirkannya dalam bentuk bonus yang jumlahnya terkait dengan hasil pekerjaan tenaga kerja. Jika mampu menghadirkan produktivitas kerja tinggi, jumlahnya bisa meningkat. Hal sebaliknya akan diterapkan jika performanya buruk.

Bonus khusus seperti ini juga bisa menjadi tanda penghargaan dari perusahaan bagi tenaga kerja. Jika merasa dihargai, pekerja tentu akan terus berkinerja baik.

Hadirkan Pelatihan Rutin

Tantangan dan kondisi kerja selalu berubah. Hal tersebut perlu direspons oleh perusahaan dengan menyiapkan tenaga kerja agar mampu menghadapinya. Salah satu caranya dengan menghadirkan pelatihan secara rutin.

Kemampuan tenaga kerja juga perlu ditingkatkan. Jika tidak, mereka bisa kesulitan menghadirkan hasil kerja yang optimal. Oleh sebab itu, pelatihan sangat penting. 

Dengan memberi latihan secara reguler, kecakapan akan meningkat. Pada akhirnya hal ini akan berujung ke produktivitas kerja yang tinggi. Pemberian pelatihan bisa menjadi investasi yang berharga pada masa depan.

Ukur Produktivitas Dengan Baik

Selalu ukur produktivitas kerja dengan baik. Jika dilakukan secara reguler, langkah ini akan mampu mendorong tenaga kerja supaya produktif.

Ketika kinerjanya terpantau, pekerja akan cenderung menghadirkan hasil kerja yang baik. Tahu persis ada sistem pemantauan kinerja yang dijalankan, dorongan untuk produktif semakin besar.

Untuk melakukan pengukuran produktivitas kerja, pemanfaatan workforce management system akan sangat membantu. Dengan sistem modern ini, pencatatan akan mudah, cepat, dan akurat. 

Bukan hanya kinerja yang akan terukur dengan jelas, perusahaan bisa melakukan analisis tentang tenaga kerja. Banyak data yang dihasilkan di sana. Semuanya dapat ditelaah untuk mendorong tenaga kerja semakin produktif.

Tenaga kerja yang produktif menjadi harapan semua perusahaan. Hadirkan sekarang juga dengan menerapkan langkah khusus.

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
0 Likes

Related Topics:

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Grow your business rapidly anywhere,
anytime nationwide.

Tempo Scan Tower 32nd Floor, Jakarta 12950

+62 21 2550 2555