Curious about what your customers are doing during the pandemic? Get a free market research report here
Mengambil Hati Pelanggan Retail Dengan Visual Merchandising
Taris Adani

Mengambil Hati Pelanggan Retail Dengan Visual Merchandising

Taris Adani
Mengambil Hati Pelanggan Retail Dengan Visual Merchandising

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
Likes

Get newsletter
from Sampingan!

Mendapat perhatian dari pelanggan menjadi tantangan bagi retail. Jika ingin menghadirkannya, penerapan visual merchandising patut dicoba. 

Namun, sebelum memahami lebih dalam tentang visual merchandising, kebiasaan pelanggan yang suka berbelanja impulsif penting untuk disadari. Hal ini bisa menjadi celah bagi bisnis retail untuk memaksimalkan penjualan.

Data yang dirilis oleh DAC Group bisa menjadi acuan. Ditemukan bahwa 88,6% konsumen di Amerika Serikat membelanjakan uangnya secara impulsif. Hal serupa juga dilakukan oleh pelanggan di Inggris dan Kanada dengan persentase berbelanja tanpa terencana sebesar 78,4% dan 63%.

Fakta ini yang harus menjadi perhatian peretail. Mereka bisa memanfaatkan kebiasan belanja impulsif pelanggan dengan visual merchandising.

Definisi Visual Merchandising

Visual merchandising bisa didefinisikan sebagai upaya untuk menyajikan atau menampilkan produk dengan cara yang membuatnya menarik secara visual. Dengan kata lain, tampilan produk ditata secara artistik untuk menarik perhatian dan minat pembeli.

Konsep ini merupakan gabungan antara sains dan seni. Disebut seni karena karena ada perhatian khusus terhadap elemen visual. Di balik penerapannya terdapat proses menggunakan dan mengomposisikan garis, warna, pencahayaan, proporsi, dan jarak untuk membuat presentasi yang indah.

Sementara itu, sains juga menonjol dalam visual merchandising karena penerapannya memiliki tujuan tertentu. Selain itu, ada konsep psikologi yang dipergunakan untuk memengaruhi emosi dan perilaku pembelian pembeli. Ingat, esensi dari visual merchandising adalah menata barang dagangan dengan visual yang baik demi meningkatkan pengalaman pelanggan di toko.

Agar mudah memahami, lihatlah penerapan nyata visual merchandising di retail. Beberapa contohnya adalah pembuatan etalase dengan tema khusus, penataan produk di dinding, penggunaan manekin, hingga penyusunan produk berdasarkan warna tertentu. 

Semua itu ditujukan untuk menarik perhatian pelanggan. Karena tertarik secara visual, mereka akhirnya memutuskan untuk berbelanja di toko.

Apa Fungsi Visual Merchandising?

Visual merchandising berfungsi untuk membuat gerai ritel lebih menarik dan menyenangkan bagi pengunjung guna mendorong pembelian impulsif. Di baliknya terdapat proses merancang ruang yang menggabungkan nilai jual unik dari masing-masing produk dan estetika merek.

Visual merchandising juga berkaitan dengan memberikan pengalaman pelanggan di semua saluran. Caranya dengan menyampaikan hal tentang produk dan merek tanpa bergantung pada teks dalam jumlah besar. 

Adapun tujuan akhirnya ialah menarik perhatian dan mengambil hati pelanggan. Karena itulah pengaturan tentang tampilan, suasana, ataupun tata letak toko menjadi fungsi utama dari visual merchandising.

Jenis Visual Merchandising

Penerapan visual merchandising di retail cukup banyak. Toko bisa memanfaatkannya berbagai jenisnya untuk menarik perhatian pelanggan. 

Penggunaan Manekin

Pemanfaatan manekin merupakan salah satu jenis visual merchandising yang paling mudah. Banyak toko yang menggunakannya, terutama toko produk-produk fashion, untuk mengambil hati pelanggannya.

Manekin akan memberi gambaran kepada pelanggan tentang produk yang bisa dibelinya. Mereka jadi tahu tampilannya seperti apa sehingga bisa tertarik untuk membeli.

Namun, manekin tidak hanya untuk toko fashion. Retail yang bergerak di bidang lain tetap bisa memanfaatkannya. Misalnya dijadikan peraga produk perlengkapan rumah.

Signage

Signage sudah terbukti efektif dalam menarik perhatian pelanggan. Banyak retail yang telah memanfaatkannya karena dinilai efektif dalam menyampaikan pesan ke pelanggan.

Peretail dapat mengatur tampilannya mulai dari yang sederhana sampai yang unik dengan kemampuan interaktif. Pilihan tinggal disesuaikan dengan tujuan, merek, maupun bujet yang dimiliki.

Window Display

Window display merupakan salah satu jenis visual merchandising yang sering diterapkan di toko fisik. Peretail mengatur tata letak bagian depan toko agar mampu menarik perhatian pelanggan.

Banyak cara yang bisa digunakan dalam window display. Misalnya dengan menata letak produk, pengaturan pencahayaan, ataupun pemasangan elemen visual seperti poster dan gambar yang unik.

Window display sangat efektif dalam memberi kesan pertama terhadap toko. Selain itu, keberadaannya juga berguna sekali untuk memberikan pesan ke pelanggan, seperti mengumumkan kehadiran koleksi produk terbaru.

Tampilan Interaktif

Inilah jenis visual merchandising yang lebih modern. Tampilan interaktif menggabungkan teknologi dan segi visual untuk menghadirkan pengalaman khusus bagi pelanggan.

Peretail bisa memasang layar sentuh dengan kemampuan interaktif. Di dalamnya dapat berisi informasi produk lebih detail ataupun penggunaannya. 

Semua bisa dirancang khusus sesuai tujuan peretail untuk mempermudah upaya menarik pelanggan. Diyakini cara ini akan semakin menarik jika digabungkan dengan teknologi online seperti pembacaan QR code di ponsel konsumen.


Mata manusia sangat mudah tertarik terhadap keindahan visual. Manfaatkan naluri mendasar tersebut untuk meningkatkan bisnis retail dengan visual merchandising.

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
0 Likes

Related Topics:

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Grow your business rapidly anywhere,
anytime nationwide.

Tempo Scan Tower 32nd Floor, Jakarta 12950

+62 21 2550 2555