Curious about what your customers are doing during the pandemic? Get a free market research report here
Apa Saja Jenis Laporan Utama Dalam Retail_
Taris Adani

Apa Saja Jenis Laporan Utama Dalam Retail?

Taris Adani
Apa Saja Jenis Laporan Utama Dalam Retail_

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
Likes

Get newsletter
from Sampingan!

Laporan yang akurat, kontinu, dan detail merupakan dasar bagi setiap pengambilan keputusan bisnis retail yang tepat. Oleh sebab itu, peretail harus memahami jenis pelaporan data dalam retail.

Pelaporan dalam retail hampir mirip seperti audit retail. Perbedaannya hanya di frekuensi dan aspek yang ditelaah. Dalam laporan retail, pelaksanaannya lebih sering dan hal-hal yang dilaporkan bisa lebih spesifik.

Laporan seperti ini sangat diperlukan karena perubahan di retail sangat cepat. Membuat laporan secara rutin akan membantu retail untuk segera merespons. Akan ada data yang bisa dijadikan pegangan untuk mengambil keputusan.

Oleh sebab itu, jenis laporan dalam retail perlu dipahami. Berikut ini tiga laporan retail yang utama.

1. Merchandising Field Report

Merchandising Field Report merupakan jenis laporan retail yang paling esensial. Melalui hasil laporannya, peretail akan mendapat wawasan mengenai kondisi produk yang dijualnya di toko.

Banyak fakta yang bisa diungkap dari pelaksanaan Merchandising Field Report. Retail bisa mengetahui aneka hal mulai dari bagaimana kondisi inventaris produk, seberapa lama produk habis terjual, ataupun mana yang paling laku.

Singkat kata, Merchandising Field Report bermanfaat sekali bagi retail yang sangat mengandalkan pendapatan dari penjualan di toko. Dengan menjalankannya, manajer bisa memantau kondisi riil produk.

Adapun beberapa data yang bisa dimasukkan ke dalam Merchandising Field Report adalah:

  • Ketersediaan Produk – Apakah produk dipajang di rak atau masih disimpan di penyimpanan toko? Lalu, apakah semua jenis produk tersedia?
  • Stok Produk yang Habis – Mana saja produk yang sudah habis? Seberapa sering hal ini terjadi?
  • Jumlah Produk yang Dipesan – Berapa jumlah produk yang dipesan dan kapan?
  • Harga Produk – Apakah produk benar dijual sesuai harga yang dipatok?
  • Diskon – Apakah sedang ada potongan harga? Kalau iya, berapa lama diterapkan?
  • Kualitas Merchandising – Bagaimana kualitas penataan produk di rak?
  • Kegiatan di Toko – Apa saja aktivitas pemasaran yang dilakukan di toko?
  • Foto – Seperti apa tampilan toko?

Baca juga : Konsep 4P Dalam Strategi Pemasaran Retail

2. Promotion Field Report

Kegiatan promosi menjadi bagian rutin dari aktivitas pemasaran retail. Namun, aktivitas ini membutuhkan biaya sehingga hasilnya perlu diukur. Oleh sebab itu, Promotion Field Report juga diperlukan.

Sesuai peruntukannya, Promotion Field Report digunakan untuk menakar dampak sebuah kegiatan promosi. Retail perlu mengukur Return of Investment dan seperti apa eksekusi riil di lapangan.

Semua data tersebut diperlukan untuk bahan evaluasi sekaligus materi pembelajaran untuk kegiatan promosi ke depan. Tanpa data-data dari Promotion Field Report, tidak ada basis pegangan yang akurat dalam mengambil langkah.

Berikut ini beberapa data yang bisa diambil di sana:

  • Tipe Promosi – Apa ini sampling, demo produk, atau hanya potongan penjualan?
  • Kegiatan – Seperti apa pelaksanaannya? Kapan waktunya?
  • Durasi – Seberapa lama program berlangsung? 
  • Produk – Jenis produk apa saja yang dipromosikan? Berapa banyak?
  • Jumlah Pekerja – Berapa jumlah tenaga kerja yang terlibat? Apakah jumlahnya mencukupi?
  • Pengunjung – Berapa banyak yang hadir?
  • Unit – Apakah ada produk yang terjual? Berapa banyak?
  • Foto – Seperti apa tampilannya?

3. Competitor Report

Seperti namanya, Competitor Report merupakan laporan retail untuk melihat kondisi kompetisi di pasar. Data yang diperoleh akan memberi gambaran jelas mengenai pesaing. Apa saja yang dilakukannya mulai dari inovasi, teknik pemasaran, maupun penetapan harga dapat dilihat.

Competitor Report sangat penting untuk memantau peta persaingan. Hal ini akan membuat peretail tidak akan tertinggal dibanding kompetitor. Bahkan, retail dapat membuat langkah yang lebih cepat dibanding pesaing dengan melihat data yang diambil.

Inilah beberapa data yang biasa dilaporkan dalam Competitor Report:

  • Identifikasi Kompetitor – Siapa pesaing terbesar? Apa produknya yang paling sukses?
  • Harga Kompetitor – Seperti apa perbedaan harga dengan pesaing? Apa strateginya?
  • Promosi Kompetitor – Program promosi apa yang dijalankan? 
  • Foto Kompetitor – Seperti apa tampilan toko dan produk kompetitor?
  • Ancaman Kompetitor Baru – Apakah ada toko baru yang didirikan di dekat toko? Atau, apa ada produk baru yang diluncurkan?

Retail perlu mendapat data-data dari aneka laporan yang dibuat. Manfaatkan datanya demi kemajuan bisnis.

LIKE

0

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
Views
0 Likes

Related Topics:

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Grow your business rapidly anywhere,
anytime nationwide.

Tempo Scan Tower 32nd Floor, Jakarta 12950

+62 21 2550 2555